Sub 08 Sektor 22 Citarum Harum, Pembalikan Pupuk Kompos

TNI Polri687 Dilihat

Lembang, sekilasbandungraya.com – Prosesi pembuatan kompos oleh Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 08, hari ini melakukan pembalikan Pupuk Kompos bertempat di Kp. Pasirwangi Rt. 04/11 Desa Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Selasa, 14 Mei 2024.

Serma Dodi Candra selaku Dansub 08 menanggapi, jika proses pengomposan dilakukan dengan benar secara alami, proses berlangsung selama 1 atau 3 bulan saja, namun ada pola lain dengan memastikan unsur hara seimbang dengan beberapa elemen buatan yang sudah kita lakukan selama ini.

“Sumber unsur hara nitrogen dan karbon harus dibuat seimbang karena keduanya dibutuhkan mikroorganisme pengurai sebagi sumber energi untuk berkembang biak, yaitu kita menggunakan larutan gula merah dan mikro organisme lokal (mol) yang kita buat sendiri,” jelas Dodi.

Lebih lanjut Dodi memaparkan, dengan menambahkan mikroorganisme buatan, maka kematangan pupuk kompos siap digunakan setelah 7-14 hari. Apabila menggunakan bahan lain maka proses pengomposan berlangsung lebih lama untuk diuraikan yakni sekitar 14-29 hari. Selama proses pengomposan, bahan harus diaduk secara rutin minimal 2 hari sekali.

“Ciri kematangan pupuk dapat dilihat dari strukturnya. Pupuk yang sudah matang memiliki struktur yang ramah dan tidak berair. Warna pupuk seperti tanah, tidak berbau busuk, dan tidak panas,” imbuh Dodi.

Menurut penelitian dari berbagai akademisi bahwa kompos juga berguna untuk meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat menyimpan air tanah lebih lama.

Keutamaan itu terus dimanfaatkan oleh satgas Citarum Harum Sektor 22, selain itu sebagai upaya mengembangkan tingkat kesuburan tanah bagi para petani di Kecamatan Lembang.

Kotoran sapi di Kecamatan Lembang menduduki tingkat produksi paling tinggi, sehingga dampak merugikan lingkungan dan sungai sangat beresiko tinggi pula.

Pemikiran yang tepat guna dari Satgas Citarum Harum Sektor 22 dalam produksi kompos, kotoran sapi untuk sumber nitrogen dapat diperoleh dengan mudah. Sedangkan sumber karbon dapat diperoleh dari sisa sayuran, buah buahan dan ampas kelapa bisa didapat dengan mudah dari tempat yang sama.

“Pembuatan kompos harus benar-benar matang. Kompos yang masih mentah dapat merusak tanaman. Mikroorganisme pengurai dapat membusukkan akar tanaman karena tidak dapat membedakan bahan kompos atau tanaman yang masih berkembang biak,” tandas Dodi.