Dansektor 7 Citarum Harum Dampingi DLH Prov Jabar Pengecekan MOTAH

TNI Polri1129 Dilihat

Kab Bandung, sekilasbandungraya.com – Sampah merupakan masalah klasik yang kerap terjadi di berbagai daerah, solusi dan terobosan guna penuntasannya pun terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya penumpukan di salah satu tempat atau TPS.

Dalam hal ini Sektor 7 Citarum Harum beserta para pengusaha dan unsur kewilayahan, menyamakan misi dan visi serta program agar penuntasan masalah sampah bisa habis di wilayah atau desa nya masing-masing.

Sebut saja Motah (Mesin Olah Runtah) mesin pembakaran sampah atau yang biasa di sebut insinator hadir guna memberikan solusi permasalahan masyarakat terkait penanganan sampah.

Maka dari itu kehadiran Motah tentu harus ada pengawasan yang signifikan agar perkembangan dan daya bakar yang di hasilkan bisa lebih terkontrol, bahkan berdasarkan kemapuannya.

Motah yang berada di Kp. Ciguriang, Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot, Kab. Bandung merupakan salah satu percontohan penuntasan masalah sampah bisa habis di desa masing-masing.

Dansektor 7 Citarum Harum Kolonel Inf Mulyono Hari Santoso bersama DLH Provinsi Jabar dan Kades Cangkuang Wetan melaksanakan pengecekan Motah pastikan mesin beroperasi dengan maksimal. Jum’at, 17 Mei 2024.

Pada kesempatannya Dansektor mengatakan, pengecekan kami lakukan secara rutin, guna memastikan fungsi Mesin Olah Runtah yang ada di sini dapat beroperasi dengan baik.

“Selain dari itu kami juga terus mengobservasi, baik sampah yang masuk setiap harinya dan dari pengolahan yang di hasilkannya, sehingga kami dapat mengetahui seberapa kuat mesin ini dapat membakar sampah perharinya,” ucapnya.

Mulyono HS menyebutkan, selain dari mesinnya, tentunya kami harus melihat juga SDM yang ada, jangan sampai, saat kiriman sampah masuk para pengelolanya tidak maksimal, maka dari itu kerap kami adakan dialog dengan pengelola, jika memang ada kendala dapat segera dikomunikasikan.

“Tentunya kami selaku Satgas memberikan himbauan juga, mari kita benahi lingkungan kita, dengan melakukan pemilahan sampah mulai dari rumah, sehingga pada saat masuk ke pengolahan, sampah bisa dengan cepat dilakukan pembakaran, dan hal itu akan mengefisienkan waktu,” tandas Mulyono.