Kab Bandung, sekilasbandungraya.com – Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves tinjau langsung Alat Pembakaran Sampah (APH) Motah-1 Siliwangi yang berada di wilayah kerja Sektor 7 Citarum Harum, Desa Cangkuang Wetan, Dayeuhkolot. Jum’at (15/09/23).
Kehadirannya disambut Staf Posko dan Dansub yang mewakili Dansektor 7 Citarum Harum, Akademisi Unpas serta perwakilan dari PT. Sparta Guna Sentosa. Dalam kunjungannya Asdep Kemenko Marves Rendra KH melihat ke sekeliling Mesin Olah Runtah serta lakukan tanya jawab dengan pengelola, agar mengetahui detail secara fungsional mesin tersebut.
Diketahui juga bahwa Motah merupakan salah satu inovasi solusi yang di kembangkan oleh Kodam III/Siliwangi berkolaborasi dengan pelaku usaha serta unsur kewilayahan guna meminimalisir permasalahan sampah yang ada di wilayah masing-masing.
“Tapi praktik semenjak kita punya UU No. 18 th 2008 ternyata kita sangat berpatokan ke TPA, jadi terbiasa namanya kumpul, angkut lalu buang. Sehingga TPA nya numpuk, berpotensi Aware Capacity apalagi sekarang ditambah dengan masalah kondisi TPA pada saat ini,” ujarnya.
Sehingga kita harus berpikir lebih inovatif lagi, sambung Rendra, harus bisa menyediakan sampah sedekat mungkin dengan sumbernya. Dihari ini memang kita melihat teknologi Motah, ini yang prinsipnya saya mendapatkan informasi itu bisa mengolah sampah secara termal untuk kapasitas 1 Ton untuk setiap jamnya.
“Nah ini memang salah satu terobosan yang harus kita coba pastikan aman bagi lingkungan dan bisa kita replikasi ditempat-tempat lain. Sehingga nantinya itu tekanan atau timbunan sampah yang dilempar ke TPA bisa kita mitigasi jadi bisa selesai langsung dekat dengan sumbernya,” jelasnya.
“Jadi ini sebenarnya dari satu sisi bagus, karna kita berbicara tentang Operational Cost itu yang bisa di tekan. Yang ke 2, dari sisi masalah emisi gas buang secara kasat mata memang tipis, tipis itu bukan berarti tidak ada tapi gas buangnya sedikit nah ini akan kita uji lewat lab nanti apakah aman sesuai dengan ketentuan baku mutu emisi”, papar Rendra.
Dr. Asep Dedi Sutrisno, MP yang merupakan Akademisi Unpas Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat LPM menambahkan, dari tim kami tentu akan selalu upaya dan ikhtiar dalam rangka upaya-upaya untuk menangani masalah sampah yang sekarang makin darurat.
“Kami tidak dengan pendekatan teknologi saja tetapi juga dengan pendekatan-pendekatan sosial lalu pendekatan kemanusiaan dengan masyarakat bekerjasama dengan pemerintahan daerah dalam hal ini adalah Kelurahan atau Desa. Yang jelas bahwa masalah teknologi ini terus kita perbaiki kita sempurnakan tapi sisi lain juga ada yang memang menjadi kesulitan yaitu dimasa masalah sosialnya kebiasaan di masyarakat,” terang Asep.
“Jadi yang akan kami bangun masalah sosialnya, masalah ekonominya dan sebagainya, Hingga pada akhirnya kita betul-betuk menyelesaikan masalah itu tuntas, universal tidak hanya satu sisi saja karna persoalan sampah ini tidak hanya satu titik saja tapi perlu ada kolaborasi dengan berbagai pihak tentunya. Karna itu kami dengan tim kami selalu berusaha menciptakan satu paket sistem penanganan sampah terpadu ataupun terintegrasi”, tandas Asep.
