Perkuat Sinergitas Pentahelix, Kepala BBWS Peninjauan Ke Sektor 7 Citarum Harum

TNI Polri909 Dilihat

Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Dalam rangka sinergitas unsur pentahelix kepala BBWS Citarum laksanakan peninjauan jembatan apung penghubung penghubung antara Kp. Ciodeng Desa Bojong Malaka Kecamatan Baleendah dan Kp. Panereusan Desa Cangkuang Wetan Kecamatan Dayeuhkolot yang ada di wilayah kerja Sektor 7 Citarum Harum. Rabu (17/05/23).

Terpantau di lokasi Kepala BBWS Citarum yang langsung di dampingi oleh Komandan Sektor 7 Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd.,M.Si, PUPR serta Pabandya Kodam III/Slw laksanakan monev kelokasi di bangunnya jembatan apung.

Diketahui bahwa jembatan apung yang dibuat secara swadaya dan di kelola oleh perorangan tersebut yakni memiliki tujuan sebagai solusi pengurai kemacetan yang di gunakan sebagai jalur pintasan/alternatif.

Akan tetapi menurut kacamata dinas, bahwa jembatan tersebut harus tetap memenuhi standar SOP dan dapat menjamin keselamatan para pintas/penyebrang jembatan, jangan sampai di kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, apalagi secara perijinan sama sekali tidak mengantongi ijin resmi dari dinas terkait, hanya mengantongi ijin atas kesepakatan dan persetujuan warga setempat saja.

Baca Juga  Dansub 3 Sektor 5 Peltu Teddy Ajak Warga Berperan Aktif Jaga Pelestarian Lingkungan

Pada kesempatannya Kepala BBWS Ciatrum Bastari mengatakan, kita kesini untuk melihat jembatan gantung dan jembatan apung yang ada disini, jadi setelah kita melihat memang jembatan apung itu kan di bangun melintang sungai dimana ada arus yang resiko arus sungai bedit besar sehingga perlu kajian untuk keamanan jembatan itu, dan ini juga harus ada ijin dari Balai Besar Citarum (BBWS) sehingga nanti mungkin kami akan sudah berkirim surat untuk mengingatkan ini harus ada ijin dari kementerian PUPR.

“Rekomtek dari Citarum yang belum dipenuhi oleh pembuat jembatan tersebut. Namun disisi lain ada jembatan yang lama yang kondisinya memang sudah perlu rehabilitasi dan juga terbebani adanya pipa yang ada di kiri kanan, jadi kebetulan tidak berfungsi akan kita ingatkan yang buat jembatan ini karna ini terbebani, tidak selayaknya jembatan gantung ini yang tadinya untuk orang, motor di bebani pipa ini, makanya akan kita kembalikan kita potong nanti diambil sektor ada proses hukumnya untuk kita kembalikan,” ucapnya.

Baca Juga  Dedikasi Berbuah Apresiasi, Kapolres Kebumen Naikkan Pangkat Satu Personel dan Ganjar Tiga Anggota Berprestasi

Masih kata Bastari, nanti akan kita coba untuk di rehab kembali untuk di fungsikan kembali. Nanti kita ke Sektor 21, sebetulnya kegiatan monev ini berlangsung sepangjang tahun, memang kewajiban dari BBWS untuk melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Citarum Harum yang dilaksanakan oleh Kodam III/Siliwangi.

“Jadi kita berlanjut dari Sektor – sektor dan sepanjang tahun ini kita melihat kemudian monitoring ada masalah apa untuk dicarikan solusi dan juga kebetulan kita hari ini Tim kita juga yang akan terkait bagaimana keberlanjutan citarum harum kedepannya, nanti berdiskusi nanti ada masukan,” jelasnya.

Dilokasi yang sama Dansektor 7 Citarum Harum Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat menambahkan, kami Satgas Citarum memberikan informasi kepada instansi/dinas terkait tentang perkembangan sungai ini, jadi kami selalu bekerjasama dengan instansi terkait untuk menciptakan Citarum Harum bersih sehingga bisa terwujud sepanjang masa.

Baca Juga  Sektor 7 Citarum Harum Sub 2 Karbak Pembersihan Cucu Sungai

“Alhamdulillah sepanjang bantaran yang ada di sungai kita selalu berpatroli kita di siapkan ada semacam truk, eskavator itu yang kita maksimalkan untuk mengatasi sampah-sampah yang ada di bantaran sungai,” jelas Nurjanah.

Pihaknnya menghimbau pada seluruh masyarakat terutama Jawa Barat untuk lebih bijak dalam membuang sampah apabila sampah itu sudah habis di rumah masing-masing mungkin itu lebih baik sehingga sampah yang keluar dari rumah tangga masing-masing itu memang sudah benar-benar tidak bisa dimanfaatkan.

“Sehingga apabila ada sampah dilingkungan rumah mungkin lebih bijak lagi untuk bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga tidak 100% sampah itu dibuang seluruhnya apalagi ketempat pembuangan yang tidak bertuan,” tandasnya.