Kab Bandung, Sekilasbandungraya.com – Upaya mengurangi genangan air saat musim penghujan yang masuk ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bojongasih, yang berada di wilayah Kp. Bojong Rw. 04 Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung.
Komandan Sektor 7 Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat, S.Pd., M.Si bersama beberapa warga berupaya untuk menormalisasikan fungsi saluran pembuangan, agar area pemakaman tidak lagi tergenang oleh air, sehingga aktivitas pemakaman dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Perbaikan tersebut berdasarkan hasil monitoring yang dilaksanakan Dansektor 7 pada Selasa (28/03/23) lalu, melihat area makam tergenang Kolonel Caj (K) Nurjanah Suat selaku Satgas Sektor 7 Citarum Harum, tidak mau melarut-larutkan permasalahan tersebut, secara cepat berkoordinasi dan langsung menginstruksikan kepada anggotanya untuk segera memberi solusi agar makam saat hujan tidak lagi tergenang, minimal air yang masuk bisa cepat surut.
Saat di konfirmasi Jum’at (31/03/23) Komandan Sektor 7 Citarum Harum mengatakan, dari apa yang kami saksikan kemarin tentunya kami selaku satgas harus bisa memberikan solusi di setiap aktivitas warga, yang salah satunya pemakaman, walau sampai saat ini belum ada aktivitas tersebut, lebih baik kita antisipasi sejak dini.
“Hari ini kami bersama beberapa warga, berupaya membuat dan mengembalikan fungsi saluran pembuangan, agar saat terjadi hujan, walau area makan kembali tergenang namun air bisa cepat surut”, ujar Nurjanah Suat.
Kami sangat prihatin, lanjut Nurjanah, area pemakaman yang kami sebut sebagai fasilitas umum (Fasum), harus tergenang air, yang kami hawatirkan pas begitu ada kegiatan pemakaman dan sudah pasti itu akan sangat mengganggu.
“Semoga dengan di perbaiki saluran pembuangan air yang ada di area TPU Bojongasih ini, kedepan tidak terjadi lagi yang namanya makam tergenang air, dan kami juga berpesan kepada warga atau pengurus TPU Bojongasih, agar bisa terus menjaga dan merawat area TPU, baik dr kebersihan maupun kerapihannya, dan tolong perhatikan juga saluran yang sekarang di perbaiki jangan sampai tersumbat kembali baik oleh tanah, rumput maupun sampah,” tandasnya.
