Hadirkan Kolam Retensi, Dansektor 22 Apresiasi Pemkot Bandung dan Cimahi

Berita71 Dilihat

Bandung, Sekilasbandungraya.com – Dansektor 22 Citarum Harum Kolonel Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P., bersama PLT. Walikota Bandung Yana Mulyana dan Plt. Walikota Cimahi turut meresmikan kolam retensi Pasir Kaliki di Jalan Budi Kota Cimahi.  Rabu (16/2/2022).

Kolam retensi tersebut, hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Cimahi dalam rangka menyelesaikan sejumlah masalah salahsatunya banjir.

“Lahan disiapkan Pemkot Cimahi. Ini swakelola dengan Pemkot Bandung. Fungsinya, mengurangi banjir yang terjadi di beberapa titik Kota Bandung atau Kota Cimahi,” kata Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.

Yana menegaskan, batas kewenangan dan wilayah bukan menjadi permasalahan. Dengan kolaborasi dan niat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat maka kolam retensi tersebut bisa hadir dan membantu mengatasi banjir.

Baca Juga  Direlokasi, Pedagang Kue Subuh Semakin Ramai Pembeli

“Ini membuktikan batas kewenangan dan wilayah bukan menjadi masalah. Kita punya niat untuk berikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiyana mengungkapkan, kolam retensi seluas 7.000 meter persegi berada di atas lahan sekitar 10.000 meter persegi. Sedangkan sekitar 3.000 meter persegi disiapkan menjadi ruang publik.

“Kolam retensi ini mengurangi banjir yang ada di cimahi dan Bandung. Berbatasan dengan wilayah Cimindi, Cilember, dan Cibeber,” katanya.

Berkat kerja sama ini, kolam retensi mampu mengurangi genangan air sekitar 28.000 meter kubik.

Baca Juga  Sebanyak 22 Atlet Paralimpik Kota Bandung Bertabur Medali pada ASEAN Paragames 2022

Ngatiyana berharap, kolam retensi ini menjadi permanen setelah dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) pada tahun 2023 mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Dansektor 22 Kol. Eppy Gustiawan, S.I.P.,sangat mengapresiasi pembangunan Kolam Retensi ini, karena fungsinya sangat beririsan dengan program Citarum Harum sesuai Perpres No. 15 Tahun 2018.

“Saya sangat mengapresiasi pembangunan Kolam Retensi ini, karena sudah jelas fungsinya sangat beririsan dengan program Citarum Harum”. Katanya.

Menurutnya, Konsep dasar dari kolam retensi adalah menampung volume air ketika debit maksimum di sungai datang, kemudian secara perlahan lahan mengalirkannya ketika debit di sungai sudah kembali normal.

Baca Juga  Kompetisi U-13 Piala Persib, Yana: Pembinaan Perlu Konsistensi

“Secara spesifik kolam retensi akan memangkas besarnya puncak banjir yang ada di sungai, sehingga potensi overtopping yang mengakibatkan kegagalan tanggul dan luapan sungai bisa tereduksi”. Tuturnya.

Selain banjir, Dansektor 22 menjelaskan, manfaat lain dari Kolam Retensi adalah sebagai sarana pariwisata air, sebagai konservasi air, karena mampu meningkatkan cadangan air tanah setempat.

Keberadaan Kolam Retensi, menurut Dansketor 22, menambah fungsi lainnya yaitu fungsi sosial sehingga bisa menambah indek kebahagiaan masyatakat

“Ini fungsi utamanya kolam retensi, sekarang ditambah penguatan fungsi sosialnya, jadi masyarakat bisa menikmati waktu senggang sambil santai dengan harapan bisa menambah indek kebahagiaan”. Pungkasnya.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *