Pak Uu: Pertajam Ujung Tombak Pembangunan

Pemerintahan160 Dilihat

Kab Sukabumi, Sekilasbandungraya.com –  Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan bahwa desa sebagai ujung tombak pembangunan. Oleh karena itu diperlukan sinergi berbagai pihak untuk mempertajamnya.

Adapun membangun sinergi dapat dilakukan melalui forum- forum koordinasi dan komunikasi. Dengan demikian, program pembangunan yang dilaksanakan benar- benar dapat saling mengisi, saling mendukung, dan mengatasi permasalahan daerah, khususnya di desa.

Karenanya Pak Uu — sapaan Wagub Jabar– menyebut Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terkoordinasi dalam wadah PABPDSI, diharapkan bisa menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan di desa untuk bisa saling mengisi dan berbagi terkait permasalahan dan alternatif solusi pemecahan masalahnya.

Baca Juga  Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Yudi Cahyadi Dukung Penuh Program Pemkot Bandung dan Satgas Citarum Harum

“Harapan kami BPD dengan pemerintahan desa mempunyai pandangan yang sama untuk kemajuan desa,” ujar Uu Ruzhanul saat menghadiri acara Rapat Koordinasi PABPDSI Kabupaten Sukabumi,  Silaturahim dengan Tokoh Masyarakat, dan meninjau Rutilahu, di Aula Desa Wanajaya Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Rabu (5/1/21/22).

“Kalau dulu ada informasi BPD belum ada yang menaungi, sekarang sudah ada PABPDSI sudah ada progres kerja sama semakin erat, bermanfaat, menjadi daya ungkit dalam mencapai kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sabagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa, Pemda Provinsi Jabar saat ini terus berupaya mendorong pergerakan bisnis Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Tak hanya itu, Jabar juga intens mendorong lahirnya desa wisata.

Baca Juga  Hadirkan Layanan Prima, Seluruh OPD Kota Bandung Dapat Akses Data Kependudukan

“Majunya perekonomian desa penting untuk kemajuan ekonomi masyarakat desa, sehingga menekan urbanisasi. Kami sedang berusaha untuk mewujudkan agar masyarakat desa tinggal di desa, rejeki kota dan bisnis mendunia,” harap Pak Uu.

Secara garis besar Jabar memiliki program perdesaan demi hadirnya desa mandiri dengan tiga pilar yang terus dibangun yakni digitalisasi layanan dasar desa: One Village One Company (OVOC): dan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Pemda Provinsi Jabar juga mendorong inovasi dan kolaborasi termasuk dalam pembangunan desa. Karenanya perlu didorong partisipasi warga dalam pembangunan di desanya.

Baca Juga  Jadi MPP ke-8 di Jabar, Yana Berharap Pemkot Bandung Berikan Pelayanan Efisien

“Perda semua sudah ada, tinggal melaksanakan tupoksi masing- masing, di samping membangun duniawi juga ukhrawi, sesuai sila Ketuhanan Yang Maha Esa,” katanya.

Sumber : Humas Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *